Mari Mengenal Penggunaan Obat Secara Baik dan Benar

Yang Paling sering digunakan terutama oleh ibu – ibu di Indonesia untuk anak – anaknya adalah obat “batuk dan pilek” atau lebih sering disebut “obat flu”. Bagaimana memilih obat flu yang benar jika membeli obat yang dijual bebas? Obat flu biasanya tersedia sebagai kombinasi atau campuran dari berbagai zat aktif berkhasiat. Tidak semua zat aktif berkhasiat dalam obat flu tersebut dibutuhkan oleh penderita. Jadi apa yang dibutuhkan? yang dibutuhkan adalah zat berkhasiat yang mempunyai indikasi sesuai dengan penyakit atau gejala yang dialami penderita. Contoh mudahnya adalah seperti ini: penderita mengalami gejala yang terdiri dari panas, hidung tersumbat dan batuk berdahak, maka zat berkhasiat yang dibutuhkan oleh penderita tersebut adalah: antipiretik (penurun panas, contoh: parasetamol), nasal decongestan (pelega hidung, contoh: phenyl propanolamin) dan ekspektorant (pengencer dahak/memudahkan pengeluaran dahak, contoh: gliseril guaiakolat). Maka sebaiknya jika gejala yang dialami adalah seperti pada contoh tersebut, yang dipilih adalah obat yang mengandung zat aktif seperti pada contoh tersebut, yaitu: parasetamol, phenyl propanolamin dan gliseril guaiakolat. Walaupun ada bahan tambahan lain yang mempunyai fungsi memperkuat kerja bahan aktifnya, seperti kafein yang ditambahkan untuk menunjang kerja parasetamol. Tidak sekedar memilih sesuai dengan gejala atau diagnosisnya, namun harus diperhatikan apakah ada kontraindikasi dengan keadaan penderita, informasi untuk kontraindikasi dapat dibaca di lembaran informasi pada bungkus obatnya. Juga waspadailah efek samping obatnya serta interaksi yang mungkin terjadi. Hal yang sangat penting adalah menggunakan obat sesuai dengan dosis dan aturan pakainya. Semua informasi tersebut terdapat dalam kemasan obat. Jika anda ragu atau ada yang akan dipertanyakan tentang obat, maka datanglah ke Apotek, jangan ragu untuk minta bertemu dengan Bapak atau Ibu Apoteker di apotek, Apoteker di Apotek akan sangat dapat membantu menjawab pertanyaan anda terkait dengan obat dan penggunaannya, karena pendidikan Apoteker di Perguruan Tinggi memang didesain untuk mempunyai kompetensi dalam hal obat dan penggunaannya.
Artikel serupa juga dapat dibaca di PIPO USD Yogyakarta.

Leave a Reply