Public Transport di hari Sabtu dan Minggu

Hari Sabtu kemarin dan Hari Minggu ini saya jalan kaki. Ah cuma jalan kaki kan biasa…ya biasa jika hanya 10 sampai 30 menit. Tapi yang saya lakukan ini jalan kaki sampai 1 jam 10 menit! Bukan dalam rangka lomba jalan kaki.

Hari Sabtu kemarin saya bermaksud beli laptop kecil, karena laptop besar yang biasa saya gendhong dipunggung setiap hari kok makin lama makin membebani punggung, jadilah pergi ke electronic center. Ketika mau pulang menenteng dos isi laptop, sudah nunggu di bus stop 15 menit kok si Bus tidak kunjung muncul… eh ternyata setelah saya baca informasi yang terpasang di halte itu, Hari Sabtu dan Minggu tidak ada bus yang lewat halte itu, adanya di halte di main road, tadi waktu berangkat lewatnya beda rute dan hanya jalan sedikit ke tokonya. Wah celaka betul…so jalan kaki sekitar 45 menit ke halte di main road ditengah terik matahari menjelang summer ini.  It’s oke…no problem…no worries. The most important is I’ve got the smaller notebook.

Keesokan harinya, hari Minggu, saya bermaksud pergi ke gereja di kathedral dekat Victoria Square, itu di pusat kota. Jadwal misa jam 09.00 am. Lha setelah konfirmasi jadwal bus, untuk hari Minggu halte yang dekat kost cuma kelewatan bus mulai (paling awal) jam 8.55 setelah itu setiap 1 jam sekali. Tanpa ragu – ragu, langsung saya putuskan jalan kaki agar bisa ikut misa jam 09.00. Maka pagi ini saya jalan kaki dari kost ke gereja selama 1 jam 10 menit, agak makan waktu lama karena saya buat jalannya santai, saya tetap jaga agar ketika ikut misa nanti tidak kemringet and sumuk. Sepanjang perjalanan saya mengingat cerita suami saya yang katanya waktu dia kecil karena rumahnya didesa sedangkan gereja cuma ada dikota, dia sekeluarga harus bangun jam 4 pagi untuk misa jam 6.00 dan jalan kaki jauh juga. Wah aku pikir-pikir nggak di Adelaide and di Dusun Nglampu, Muntilan, ternyata sama – sama ke gereja harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan jalan kaki. Di Adelaide ini lebih JADUL, karena kejadian di Desa suami saya itu sudah berlangsung hampir 30 tahun yang lalu dan sekarng tidak lagi. So…mana yang lebih moderen?

Hal itu karena public transport di sini untuk Hari Sabtu dan Minggu hanya ada setiap 1 jam sekali dan dijalur -jalur tertentu saja, itupun mulainya siang, ya sekitar jam 09.00 an gitu. Orang sini kalau libur bermalas-malasan, bangun siang dan lebih suka dirumah.

Masalah jalan kaki jauh ke gereja itu sebenarnya masalah yang saya pilih sendiri karena ada juga jadwal misa jam 12 siang, sehingga sudah ada bus lewat. Tapi saya tidak biasa atau tidak nyaman bangun siang sehingga lebih baik pilih pagi sekalipun harus dengan perjuangan.

Jadi kalau hari Sabtu dan Minggu serta Public Holiday, kalau tidak punya mobil sendiri, mobilitas memang jadi terbatas. Rupanya Pak Sopir pun perlu holiday tidak narik terus.

4 Responses to “Public Transport di hari Sabtu dan Minggu”

  1. yosefw Says:

    good experince…hidup ternyata tidak untuk ‘tancap gas’ terus yach, semuanya perlu istirahat dan kalau butuh pergi malah kita harus jalan kaki, itung-itung olaharaga, badan malah jadi kuat….

  2. andri Says:

    Wooo, sudah di negeri Kangguru ..
    Aku pikir kalo luar negeri itu sudah ndak jadul lagi. Dasar katrok aku iki, hehehe 🙂
    Selamat mbak, semoga sukses.

    Trimakasih….
    Dari namanya, saya jadi ingat duluuu…sekali (sekitar lebih dari 17 tahun yang lalu) apa kita pernah mengenal ya?? Tapi mungkin hanya nama depan dan inisial nama panjang yang sama, karena banyak nama yang sama.
    BTW terima kasih udah comment di sini.
    ARIS

  3. enade Says:

    He..he..he… mirip-mirip sih dengan di Belanda. Hari sabtu-minggu memang berkurang frekuensinya dan ada jalur tertentu yang tidak jalan, seperti di Wageningen. However, kita masih bisa merencanakan perjalanan dengan rute terbaik usulan dari suatu situs (www.9292ov.nl) yang mensimulasikan peta dan semua jadwal public transport yang ada.
    Selamat “melarikan diri” …

    Oke…thank you!
    ARIS

  4. Enade Says:

    Btw, jadinya laptop kecil yang dibeli apa?

    Merck ACER, cuma murah kok, gak sampai 500 AUD. ada kekurangannya juga ternyata, karena bikin mata cepet capek. tapi yang gedhe bikin punggung pegel juga. Tapi masih lumayan yang kecil, yang penting enak buat dibawa kemana – mana. Tolong tengok email yahoo-nya, aku ada pertanyaan yang gak di-publish, thank you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: