Archive for the ‘Cerita dari perjalananku’ Category

WOW…Sudah lama sekali…!!

April 26, 2011

Wow…sudah lama sekali tidak nulis di blog. Mungkin karena waktu saya, tepatnya 8 jam setiap hari dialokasikan untuk mengerjakan disertasi. Delapan sampai sembilan  jam berikutnya untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang sekitar saya. Sedangkan 7 sampai  8 jam terakhir benar-benar untuk diri saya sendiri…yaitu TIDUR. Yang terakhir ini penting sekali. Saya komitmen memenuhinya, karena kata para ahli tidur cukup setiap hari berkontribusi sangat besar terhadap kesehatan.

Banyak yang telah terjadi selama dua tahun terakhir ini. Yang pasti episode petualangan saya di negeri orang kali ini sudah hampir saya selesaikan. Mudah-mudahan. What’s next? Ya pastinya akan ada episode petualangan baru. Yang pasti harus selalu bersyukur.

Because your life is your greatest gift…you should love it, use it, enjoy it and watch it grow…

seperti  ditulis dalam buku yang sedang saya baca ini “The Secret of Life” by Y.T. Bource

Advertisement

Akhirnya makin terlihat jelas arah yang harus ku lalui….

February 20, 2009

Hari ini aku diskusi dengan dua profesor-ku.  Ramai sekali dan tentu saja didominasi oleh adu pendapat dan pemikiran mereka atas proposal yang kubuat. Aku sungguh terpesona dengan komitmen mereka dalam mmberikan bimbingan untuk thesis PhD-ku. Aku sangat terinspirasi untuk nantinya melakukan hal yang sama kepada para mahasiswa bimbinganku. Satu pelajaran lagi aku dapatkan dari beliau-beliau.

Akhirnya kami telah menyepakai beberapa hal untuk thesis-ku. Sungguh, aku menjadi lebih jelas sekarang, tentang arah mana yang harus kutempuh untuk study-ku ini. Pada intinya, aku berjalan dijalur yang benar dalam upaya mengerjakan thesis-ku. Aku bersyukur, semua itu karena Tuhan memberkati usaha-usahaku, thanks God.

Di akhir pertemuan, aku terkejut ketika Prof. Christian Gericke mengatakan kalau dia menemukan blog-ku ini. Beliau mengatakan itu sambil tertawa. He..he…untung aku menulis blog dalam bahasa Indonesia. Tapi beliau malah menyarakan aku menulisnya dalam bahasa Inggris sehingga dia bisa tahu apa yang kutulis…wah kalau yang ini nanti dulu karena bisa-bisa aku nggak bebas mengekspresikan apa yang kurasakan he..he… Bahkan beliau bercanda, jangan-jangan nanti Aris akan upload foto kita di blog …

Terima kasih banyak Prof. Janet dan Prof. Christian, telah mengerti dan memahami saya, serta memberikan masukan-masukan berharga untuk study saya.

Akhir Tahun Yang Manis….

December 20, 2008

Wow…akhirnya semua deadline terselesaikan. Christmas Break selama 2 minggu sampai awal tahun 2009 nanti, tapi tidak bisa kemana – mana karena tugas – tugas yang deadline minggu pertama awal tahun 2009 juga sudah menunggu. Benar komentar si mulutmanisyangberbisa “perjuangan tidak akan pernah berakhir, setiap akhir adalah awal dari perjuangan berikutnya”.

 

Undangan lunch saat Christmas day nanti di rumah Donna Wilkins, akan bisa mengalihkan keinginanku untuk melantunkan tembang “don’t sleep away”.

 

Banyak berkah yang Tuhan hadiahkan kepadaku di akhir tahun ini, thanks God.

 

First, supervisor mengajakku “berlari”, tapi kata bijak mengatakan “bersakit-sakit dahulu bersenang – senanglah kemudian”.

 

Second, ternyata banyak teman yang kasih perhatian manis padaku: Muti kasih aku sekotak roti, Karima kasih aku sebatang coklat, Donna undang aku lunch, seorang bapak yang bahkan aku belum tahu namanya akan kasih hadiah besok, teman – teman alumni SMA dengan great respond- nya di mailing list, Pak Enade di Belanda yang setia setiap saat jadi tempat bertanya, Pak Nanang dan Mbak Irma yang selalu siap membantu. A Great support from my institution and my colleagues, thank you very much.

 

The last and the most important is my family yang selalu sehat dan gembira walaupun sedang kutinggalkan.

 

So, atas semua karunia itu, tidak ada alasan bagiku untuk  tidak berbahagia dan menyebarkan rasa bahagia ini ke semua orang yang kutemui.

Melankolis telah berlalu dan kembali kepada kenyataan

December 8, 2008

Hari ini jadwal diskusi dengan para pembimbing PhD research ku, Prof. Janet Hiller dan Prof. Christian Gericke. Dengan Prof. Gericke ini adalah pertemuan pertamaku karena beliau supervisor baru menggantikan DR. Jackie Street.

Diskusi diawali dengan perkenalanku kepada Prof. Gericke. Kemudian langsung membahas outline proposal. Setelah panjang lebar akhirnya tersimpulkan beberapa masukan berharga dari beliau – beliau, juga rekomendasi subscribe sebagai member ke http://www.ispor.org. Juga undangan agar besok ikut kursus yang sedang diselenggarakan untuk pejabat – pejabat yang datang dari Kalimantan sekaligus mencari contact person untuk keperluan field research ku nanti. Rupanya sedang ada tamu dari Kalimantan. Diakhir pertemuan kedua profesor tersebut dengan bersemangat membekaliku dengan setumpuk buku dan jurnal dan satu pertanyaan (pernyataan) dari Prof. Janet ”please give us your revision before the end of this week”, Oh my God! I had no choice, just said ”Sure, you will receive it”.

Berlalu dari ruang diskusi dengan setumpuk buku dalam dekapan, terbayang kembali mahasiswa – mahasiswa yang dulu pernah kubimbing skripsinya di Fakultas Farmasi USD Yogyakarta, mungkin mereka juga mengalami hal yang sama ketika keluar dari ruanganku setelah konsultasi skripsi. Hanya aku jarang meminjamkan bukuku untuk mereka bawa pulang dalam waktu lama, hanya kurekomendasikan untuk fotocopy halaman yang diperlukan, karena pengalaman dulu, buku yang kupinjamkan ikut lulus setelah si mahasiswa lulus, alias tidak kembali.

Langkah sejenak membelok ke ruang komputer dimana teronggok manis komputerku yang tak pernah kusentuh karena lebih senang kerja pakai laptopku sendiri, hanya say hello ke beberapa teman yang sedang disana, lalu segera meluncur ke library dan revisi proposal….4 hari lagi harus diserahkan ke pembimbing (memangnya enak sekolah).

Semangat , semangat…inilah kenyataan.

Lunch with Donna’s family at Glenelg East, South Australia

November 30, 2008

p30700841

Hari Minggu ini saya diundang makan siang oleh keluarga Donna. Mereka menganggap saya seperti family. Donna memasak Italian food dan Nasi Goreng. Kami having fun dengan masak bareng – bareng dan akhirnya tersaji: pasta with delicious tomato souce, nasi goreng bumbu Indonesia, Ayam bumbu Vietnamese, salad, brownies, chocholate cake, corn flake with honey and orange juice. Saya juga nyicip sedikit wine, dan lidah saya langsung nggak cocok dengan wine. Saya heran kok Donna bisa minum wine bergelas – gelas. Kalau dia lihat saya minum wedang ronde bergelas – gelas, barangkali heran juga.
Next time, saya akan masakkan mereka opor ayam untuk mengenalkan masakan Indonesia yang tidak kalah lezatnya.

Dear Donna and Annalise. Thank you very much for inviting me to have lunch with your nice family. I appreciate your effort to make me feel at home, although I am far from my beloved family. This is a beautiful day.

p30700861

p3070087

Secuil informasi tentang tempat – tempat menarik di South Australia

November 27, 2008

uni of Adelaide
Menjelajah tempat – tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, akan menimbulkan kesan tersendiri. Di South Australia ini, banyak tempat menarik yang bisa kunjungi, baik yang lokasinya di dalam kota Adelaide, sekitar kota, ataupun di luar kota.

Saya mulai dari dalam kota Adelaide.
Adelaide adalah kota yang tidak terlalu besar dengan banyak bangunan tua yang menurut saya eksotis. Sebagian besar bangunan University of Adelaide sendiri adalah bangunan tua. Juga gedung – gedung di sekitarnya, seperti Art gallery, Post Office di Victoria Square dan bangunan eksotik gereja katholik Katedral St. Francis Xavier di Wakefield Street.

Menurut saya, Adelaide adalah kota dengan tata kota yang sederhana dan cantik dengan transportasi umum yang unik menarik, yang memudahkan kita untuk memutari kota untuk berbagai urusan secara efisien. Kota dipagari oleh teras di empat penjuru (North, East, South, and West Terrace) yang dapat dijangkau dengan transportasi umum gratis. Di setiap teras terdapat taman luas dengan pohon – pohon yang sudah tua.

Koleksi benda seni di Art Gallery yang letaknya persis bersebelahan dengan Uni of Adelaide, cukup mengagumkan. Saya sangat terpesona dengan sebuah lukisan yang bercerita tentang seorang suami yang membukakan pintu bagi istrinya yang saat itu punya salah berat ke suaminya, si suami mengangkat siku si istri yang sedang bersimpuh untuk memohon belas maaf dari suami dan seperti dengan hangat dan tulus menerima si istri untuk kembali ke rumah (entah kesalahan apa yang telah si istri lakukan, mungkin perselingkuhan). Lukisan itu sangat menyentuh hati.

Masih ada tempat lain lagi, seperti Zoo, Botanical Garden dan National Wine Centre, juga River Torrens dan Casino, chocholate factory, toko-toko barang unique dan resto – resto masakan khas.

Sekarang ke luar kota,
Seperti di postingan sebelumnya, saya sempat jalan – jalan ke Gorge Wildlife Park yang lokasinya di bukit yang dikelilingi sungai. Terdapat binatang khas Australia, seperti tentu saja Kanguru, Wallaby, Wombat, Dingoes. Adalagi Cleland Park juga dengan animal. Jika suka dengan pemandangan alam dan mau menikmati kebun anggur, bisa berkunjung ke Barossa Valley yang terdapat banyak winery. Petualangan seru bisa dijumpai di Flinders Ranges juga Hahndorf. Pantai – pantai yang bersih dengan pasir putihnya layak dinikmati apalagi di Spring dan Summer ini. Glenelg Beach adalah tempat yang saya kunjungi tiap weekend (untuk bekerja). Beberapa bulan lalu saya juga jalan – jalan ke Brighton beach. Masih ada Outer Harbor dan Henley Beach. Masih banyak yang belum saya sebut. Ooww…hampir lupa, juga ada tempat untuk melihat barang – barang khas Aborigin.

Secuil informasi ini bisa sebagai gambaran untuk Evi Purba di Bali yang bulan Desember nanti akan kunjungi Adelaide. Evi bisa kontak saya, siapa tahu bisa bertemu. Untuk informasi lengkapnya bisa searching ya….

Jalan – jalan ke Gorge Wildlife Park, South Australia

November 16, 2008

Minggu kemarin, jalan – jalan ke Gorge Wildlife Park. Lihatlah foto di bawah ini, bercanda sama kanguru yang lucu, imut dan menggemaskan.

p2120057
Menurutku tempat ini biasa saja, masih lebih mengagumkan tempat – tempat wisata animal di Indonesia, seperti Taman Safari Indonesia di Pasuruan dan di Cisarua. Hanya saja, kanguru dan koala nya memang cukup banyak, imut dan lucu.

Dengar – dengar, populasi kanguru sekarang mengecil karena banyak ditangkap dan dijual dagingnya. Di supermarket memang banyak daging kanguru dijual dan relatif lebih murah dibanding daging sapi or kambing. Tapi aku tidak berminat mencoba makan daging kanguru, teringat binatangnya yang imut dan lucu. Bahkan seorang teman cerita pergi ke Kangaroo Island dan tidak bertemu dengan seekorpun kanguru.

Nostalgia SMA (SMA 1 Margoyudan Solo)

November 7, 2008

Ini Jumat sore, saatnya tidak nyentuh buku or jurnal. So, punya waktu luang buat “berselancar” dipojokan State Library.

Iseng –iseng aku baca percakapan teman –teman di millist. Senang bisa nyambung lagi dengan teman – teman setelah 17 tahun tidak bertemu dan bersapa. Ada yang tetap mirip style-nya, ada yang berubah. Yang dulu “rame” kayaknya tetap “rame”. Yang dulu kalem kayaknya jadi “rame”, menyenangkan.

Wah ternyata teman –teman pada sukses semua. Berkarya dibidang masing – masing. Selamat deh! Berarti harapan para guru kita dulu terwujud. Viva SMA 1 Margoyudan Solo.

Mungkin benar kata banyak orang dan para ahli, masa SMA adalah masa mencari jatidiri, “who am I?”. Dan sekarang dengan bertambahnya usia menjadi semakin matang, rasanya semakin menjadi “pribadi yang terbuka”.

Jadi ingat syair lagu ini: (di ambil dari sini.)
Kau bercanda lucunya
Yang lain pun tertawa
Seakan saja
Cerita dan canda kita
Tiada habisnya
Ada yang saling cinta
Bermesra di sekolah
Selalu berdua
Berjalan di sela-sela
Rumput sekolah kita
Oh indahnya….
Nostalgia SMA kita
Indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria
Masa paling indah
Nostalgia SMA kita
Takkan hilang begitu saja
Walau kini kita berdua
Menyusuri cinta…masing – masing.

Global Climate Change, naik taksi dan kisah sebuah payung….

November 2, 2008

Sekarang memasuki bulan Nopember. Di Adelaide musim Spring sejak September lalu. Bulan Desember nanti memasuki Summer. Adelaide cerah dan cenderung panas sejak hampir 3-4 minggu ini, walaupun sekitar 4 hari lalu hujan rintik – rintik.

Pagi ini hari Minggu, seperti 3 kali hari Minggu sebelumnya, saya jalan kaki ke gereja. Begitu keluar rumah…wah langit mendung…saya putuskan jalan lebih cepat agar segera sampai di gereja sebelum turun hujan. Memang kemarin ramalan cuaca mengatakan Adelaide berawan.

Sepanjang jalan saya berdoa agar saya tidak kehujanan karena saya kawatir jatuh sakit, dan kalau harus berteduh ada kemungkinan saya terlambat. Langkah saya percepat, saya berjalan diiringi beberapa kali kilatan petir, dan agak lega karena puncak – puncak gedung di Adelaide city sudah mulai kelihatan.

Namun, tiba – tiba tetes – tetes air mulai terasa di ujung hidung saya. Saya lihat di seberang jalan ada pompa bensin dan ada toko kecil. Segera saya berlari menuju toko tersebut dan bertanya apakah menjual payung. Saya tidak beruntung karena payung tidak dijual di situ. Saya sejenak termangu di teras toko dan berpikir “What should I do?” sedangkan hujan semakin deras saja. Jika saya menunggu saya tidak tahu sampai kapan hujan akan berhenti dan saya mungkin akan terlambat.
“Taksi!”…itu yang kemudian terlintas di benak saya ketika melihat sebuah taksi melintas. Namun, saya teringat bahwa ongkos taksi mahal (di Yogya juga mahal). Saya tanya ke penjaga toko, saya minta perkiraan dia tentang biaya taksi ke Wakefield Street. Sekitar 10 dolar katanya…wah lumayan mahal, pikir saya. Namun keputusan harus segera diambil.

Saya melambai ketika ada taksi lewat. Saya membayangkan jika saya punya payung, saya bisa meneruskan jalan kaki yang tinggal 15 menit lagi. Namun, sudahlah…menyesal itu kurang berguna. Ketika taksi berhenti di depan gereja di ujung Wakefield Street, dengan berdebar saya lihat argo…10 dolar 20 cent…(hampir tepat juga perkiraan si penjaga toko tadi). Saya berharap tidak perlu naik taksi lagi setelah ini dan ini tadi hitung –hitung untuk pengalaman naik taksi di Adelaide.

Saya kemudian memutuskan harus payung. Kenapa saya dari kemarin – kemarin “ngeyel” tidak beli payung? Karena saya pikir ini sudah Spring dan hampir Summer, masak sih hampir musim panas turun hujan.
Selesai misa digereja, saya menuju hall untuk kerja volunteer di morning tea. Ternyata ada acara jualan dari Ibu-Ibu, mungkin untuk dana natalan. Iseng – iseng saya lihat barang-barang yang digelar. Dan mata saya tertumbuk ke sebuah benda yang memang sedang memenuhi pikiran saya…ya sebuah payung. Wah beli saja disini karena diluar masih rintik-rintik,…jangan girang dulu, pikir saya, siapa tahu itu payungnya Ibu yang jualan, masak mau dibeli hi…hi. Namun tidak mengurungkan niat, segera saya tanya apakah dijual. Saya beruntung karena payung itu dijual dan harganya….Oh My God, …cuma 1 dolar!!

I want to know what love is….

October 26, 2008

I want to know what love is….(I want You to show me!)

Love is always patient and kind….

It’s never jealous.

Love is never boastful or conceited….

it’s never rude or selfish.

It does not take offence and is not resentful.

Love takes no pleasure in other people’s sins,…

but delights in the truth.

It is always ready to excuse, …

to trust…

to hope…

to endure whatever comes.

(St Paul’s first letter to The Corinthians).