Satu bulan sudah saya di Adelaide, South Australia

Satu bulan sudah saya di Adelaide, South Australia, sejak 30 Agustus 2008.

Banyak yang bisa saya pelajari disini:budaya, tata kota, kebiasaan masyarakatnya.

Tidak semua bisa saya katakan sesuai jika mengacu ke budaya timur kita, namun banyak pula kebiasaan masyarakatnya yang bisa kita adopsi sehingga meningkatkan kualitas kehidupan kita. Yang paling kelihatan bagus adalah budaya antri disini, samasekali tidak pernah ada orang nyerobot antrian, desak – desakan, sepertinya masing – masing punya kesadaran tinggi bahwa masing – masing harus berjalan sesuai dengan urutannya. Saya jadi ingat, ketika masih di tanah air, hanya untuk bayar di kasir supermarket saja harus diserobot orang, apalagi jika antri beli gudeg…kalau tidak nyerobot tidak akan dilayani sampai warungnya tutup!!!

Transportasi umum disini amat sangat nyaman sehingga menjadikan transportasi umum sebagai pilihan bagi orang – orang untuk mendukung mobilitasnya. Mudah – mudahan tanah air saya juga sedang menuju ke hal tersebut.

Advertisement

11 Responses to “Satu bulan sudah saya di Adelaide, South Australia”

  1. Niush Says:

    Hemh.. kadang-kadang pengen juga Bu kuliah di overseas..
    Cuma ya itu lagi seneng-senengnya nyari duit..
    Tapi semoga bisa nyusul..
    Sukses selalu Bu..

  2. dosengila Says:

    Hmm asyik juga tertib di Adelaide. Di Belanda masih ada sih yang nyerobot :(.

  3. ariswidayati Says:

    Pasti saya doakan selalu…but married dulu baru go overseas with your family (sudah belum?). Nyari duit emang seneng ya…apalagi belanjanya!!
    GBU

  4. ariswidayati Says:

    Hai Pak En….
    Kejutan buat aku nih kamu nengok blog-ku. Ya sekedar laporan pandangan mata, beberapa hal beda amat jauh dengan Indonesia Raya, termasuk disini aku gak nyaman liat orang ciuman di kereta…soale bojoku neng Yogya he…he.

  5. yetty Says:

    hey aris aku rajin lho baca emailmu tapi malas mau balasnya. komentar kapan ya aku ikut turun 6 kg? apakah aku juga harus ke australia? wooo dalam mimpi kali yaaaa!!!! oke sukses ya ……….

  6. ariswidayati Says:

    Hai Bu Yetty….
    Setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya dengar juga kaba dan sapa dari Bu Yetty. Syarat untuk turun BB ternyata harus naik kendaraan umum Bu. Soalnya waktu di Yogya mau pergi 100 meter aja tinggal nge-gas. Gak mimpi Bu…cukup beli tiket pesawat dan bawa sangu dan sampailah di sini….
    ARIS

  7. dewi Says:

    proficiate ya berat badan turun 6 kg. Saya di Belanda tiap hari bersepeda kemana-mana berat badan saya malah naik 4 kg. Waduh…cape deh..sekarang lagi berusaha menurunkan (kata Pak Yosef ga setuju) dengan diet dan bekerja di kantor sampe jam 17.00 tapi pancet ae ga turun.
    Selamat ya atas release blognya. Saya tunggu lho cerita-cerita seru di blognya.

  8. ariswidayati Says:

    Dear Bu Dewi
    You don’t need to reduce your body weight. As in my latest seeing you are really look like a beautiful hotty girl! So just keep it like that…

  9. NIUSH KECIL Says:

    bU DEWI… Pak Yosef melarang turun berat badan karena….
    Beliau takkan bisa mengikutinya…
    Dan… tinggal si kungfu panda yang sendirian pengelola profesi ndut..

  10. Musa Says:

    Salam kenal bu,
    Hal yang sama saya rasakan juga di tempat yang baru satu setengah bulan di kota Dijon – Perancis, emang ada beberapa yang baik untuk jadi contoh buat kita. Walaupun ada kejadian “tidak baik” didepan mata, tapi kitu sadar bukan urusan kita dan berharap tidak mengikuti budaya tersebut.

  11. ariswidayati Says:

    Thank you Pak/Mas Musa….
    Selamat menikmati kota Dijon-Perancis…semoga nyaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: